Pekerjaan

asbab orang
bila pekerjaan tidak dimengertikan
tidak sedar hanya ikut ikutan
lama kelamaan putus asa kerana tekanan
tidak mengerti ujian untuk orang yang beriman

asbab diri
bila bila mudah baru dilakukan
apabila susah dicarinya alasan
tidak sedar perangkap amarah & lawwamah
kerna tidak kenal akan nafsu sendiri

asbab Tuhan
maka perlulah mengenal seluruh diri
dari itu maka kenal kan Tuahn yang Rabbi
namun begitu perlukan penunjuk orang yang mengetahui
supaya tidak sesat jadi asbab orang atau asbab diri


Kenapa aku diuji? Sebaiknya tanya kenapa aku mengeluh & komplen terlalu banyak

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah).
(Al-Baqarah: 214)

Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
(Al-Ankabut: 2-3)

Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu. (Muhammad: 31)

Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
(at-Taghaabun: 11)

Dan janganlah engkau menujukan pandangan kedua matamu dengan keinginan kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka yang kafir itu menikmatinya, yang merupakan keindahan kehidupan dunia ini, untuk Kami menguji mereka padanya; sedang limpah kurnia Tuhanmu di akhirat lebih baik dan lebih kekal.
(Taha: 131)

Sesungguhnya Tuhanmu tetap mengawas dan membalas, (terutama balasan akhirat)
(Dalam pada itu manusia tidak menghiraukan balasan akhirat), oleh yang demikian, maka kebanyakan manusia apabila diuji oleh Tuhannya dengan dimuliakan dan dimewahkan hidupnya, (ia tidak mahu bersyukur tetapi terus bersikap takbur) serta berkata dengan sombongnya: "Tuhanku telah memuliakan daku!"
Dan sebaliknya apabila ia diuji oleh Tuhannya, dengan disempitkan rezekinya, (ia tidak bersabar bahkan ia resah gelisah) serta merepek dengan katanya: "Tuhanku telah menghinakan daku!"
Jangan demikian, (sebenarnya kata-kata kamu itu salah). Bahkan (perbuatan kamu wahai orang-orang yang hidup mewah, lebih salah lagi kerana) kamu tidak memuliakan anak yatim, (malah kamu menahan apa yang Ia berhak menerimanya);
(Al-Fajr: 14-17)

Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu).
(Az-Zumar: 49)

Comments

m taufiq a aziz said…
TAZKIRAH RAMADHAN

Hati yang dikehendaki Allah ialah hati yang semata-mata untuk Allah tanpa bercampur aduk di dalamnya dengan penyakit takabbur (sombong) , ujub (bangga diri) , riya' (menunjuk-nunjukkan amalan), hasad dengki, cinta dunia, cinta pujian dan sanjungan, cinta pangkat dan kedudukan di mata manusia.

Hati yang masih terselit sifat sifat buruk ini tidak akan merasa kelazatan ma'rifatullah yakni mengenali Allah dengan kefahaman yang mendalam dari Allah.

Di dalam perjalanan manusia menuju makrifatullah ini, proses penjernihan hati hendaklah dilakukan kemudian dihiasi pula hati itu dengan sifat-sifat yang terpuji.

Langkah pertama untuk merawat penyakit hati ini ialah dengan mempelajari dari guru murobbi (pentarbiah) untuk mengenal pasti apakah penyakit-penyakit hati.

Dengan itu seseorang akan dapat kenal penyakitnya dan rawatannya. Seseorang yang tidak tahu dia berpenyakit tidak akan datang kepada doktor atau tabib untuk mendapatkan rawatan.

Popular Posts